Berikut yang dituliskan oleh majalah trubus edisi 524
Menurunkan Tekanan Darah
Menurut guru besar emiritus Fakultas Farmasi universitas Padjajaran (Prof Dr sidik Apt) bawang dayak mempunyai kandungan alisin. Senyawa inilah yg berguna menurunkan tekanan darah dan menurunkan kekentalan darah.
Kandungan naphtoquinones dikenal juga sebagai antifungal, antimikroba, antiparasitik, dan antivirial. Tidak hanya itu, naphtoquinones mempunyai bioaktivitas yang merupakan antioksidan dan antikanker.
Membantu Proses Penyembuhan Diabetes
Senyawa alkaloid, flavonoid, glikosida dan saponin dalam bawang dayak, memiliki aktivitas hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah yang sangat bermanfaat untuk membantu penderita diabetes melitus.
Bahkan kandungan alkaloid bawang dayak juga dapat berfungsi sebagai anti mikroba. Sedangkan kandungan tanin yang ada dapat digunakan sebagai obat sakit perut.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dikutip dari majalah Trubus, Sudarmadji (53 tahun) mengalami keanehan pada wajahnya ketika bangun di suatu pagi. Gerahamnya menjadi bergeser ke kanan, yang tak lain adalah tanda-tanda umum penderita stroke. Saat pulang dari pemeriksaan, dia membawa resep dokter berupa obat penurun kadar gula darah dan antibiotik. Ia mengkonsumsi kedua obat itu 3 kali sehari masing-masing 1 tablet. Meski demikian, satu minggu setelah mengkonsumsi obat, kadar gula darah Sudarmadji masih tinggi.
Hingga akhirnya, Salmani, seorang kerabatnya menyarankan supaya Sudarmadji mencoba mengkonsumsi umbi bawang dayak Eleutherine americana. Sudarmadji pun menuruti saran kerabatnya, sehingga ia tak lagi menebus resep yang diberikan dokter. Sudarmadji beralih mengkonsumsi 2 kapsul bawang dayak 3 kali sehari.
Khasiat bawang dayak untuk diabetes langsung terasa setelah 1,5 bulan Sudarmadji mengonsumsi. Perubahan tersebut tampak pada kondisi mulut Sudarmadji yang berangsur-angsur kembali normal. Tak hanya itu, kadar gula darahnya pun turun signifikan menjadi 150 mg/dl.
sumber : Trubus 396 – November 2002/XXXIII Halaman 55-56


0 comments:
Post a Comment